Rabu, Januari 06, 2010

Kontroversi Penggabungan S1 dan S2

Pernyataan rektor UI tentang penggabungan S1 dan S2 patut mendapat apresiasi dari lingkungan akademik. Dengan demikian masa studi tidak perlu terlalu lama dan tidak banyak menghabiskan biaya.

Namun yang menjadi permasalahan, sudah siapkah sumber daya manusia (SDM) di Negara kita? apakah dengan adanya penggabungan S1 dan S2 sudah menjamin kualitas sarjana-sarjaan yang dihasilkan? Atau bisa saja jikapenggabungan benar-benar terjadi, hanya mengejar kuantitas lulusan S2. Dengan harapan bahwa lulusan S2 banyak, berarti calon ilmuwan dan peneliti tidak kurang.

Bukan tentang gelar atau jumlah yang dikejar, tapi kualitaslah seharusnya yang harus ditingkatkan. Setiap birokrasi, akademisi, mahasiswa, dan praktisi punya kemauan untuk maju dan mengembangkan ilmunya. Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk menggerakkan penelitian, pemberian apresiasi yang besar untuk mahasiswa yang mau mengembangkan ilmunya atau menginspirasi lingkungan sekitarnya. Sehingga menuju jenjang S2 pun punya persiapan yang mantap.

Perbaikan yang diterapkan pada jenjang menengah. Setiap tahun banyak lulusan SMA yang tak terserap di perguruan tinggi karena terkendala biaya. Seharusnya hal-hal tersebut diatasi dengan cepat dan tak perlu berulang-ulang tiap tahun muncul. Pendidikan boleh murah asal kualitas bukan murahan.

Hal tersebut juga berlau untuk S1 ke S2. Biaya menjadi faktor penyebab sedikitnya jumlah mahasiswa S2 dibanding S1. Jika penggabungan S1 dan S2dilaksanakan, pemberian beasiswa yang harus digencarkan namun kualitas juga ditingkatkan.

Tetapi hal itu kembali lagi pada diri sendiri untuk mau memperdalam dan membangun ilmu yang sudah didapat.

5 komentar:

Nurul Latifatun Nisa mengatakan...

semoga kita smua termasuk yang berkualitas yah say. amin ^^,

AUlia mengatakan...

gitu aja jadi kontroversi.
saya sih, setuju-setuju aja...
di luar negeri aja udah kyak gtu kan?
selain itu,
berarti pendidikan indonesia sudah semakin maju dengan adanya penggabungan ini.

Okai.Okai

Anisa Setya Arifina mengatakan...

kalo bener digabungin setujuu...kenapa gak pas taun kita ada ide kaya gni ya...

cepet dong langsung bisa cepet kerja...

abib mengatakan...

tapi biayanya menjadi mahal. Jadinya malah nggak sesuai dengan misipendidikan untuk semua kalangan

diEDee mengatakan...

wah..
ya asik juga ya kalo bisa segera di gabungin,
memang bener bisa menghemat biaya pendidikan tuh,
brati harus ada sebuah perombakan secara struktural kalo ternyata hal itu benar2 akan diwujudkan.tentunya hal semacam itu perlu adanya sebuah konsep yang matang sebelum di aplikasikan secara nyata.
tahu sendiri,SDM bangsa kita sangat lemah dalam hal perencanaan..
bukan bermaksud pasimis,tapi kita mencoba untuk realistis aja..
jangan sampe malah terjadi kerancuan dan kericuhan dimana-mana nantinya..
ok.ok..
artikelnya bagus kok temnadd..